Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelayanilah keledainya yg betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat Tuhan di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yg betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.
Ketika keledai itu melihat Malaikat Tuhan berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke lading. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. Kemudian pergilah Malaikat Tuhan berdiri pada jalan yg sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah menyebelah. Ketika keledai itu melihat malaikat Tuhan, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. Berjalanlah pula Malaikat Tuhan terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yg sempit, yg tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.
Melihat Malaikat Tuhan meniarapilah keledai itu dengan Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat. Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam,” Apakah yg kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”
( Bilangan 22 : 21 – 28 )
Nabi Simson membakar 300 anjing hutan hidup-hidup
Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor. Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yg belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yg belum dituai dan kebun-kebun zaitun
( Hakim – hakim 15 : 4 – 5 )
Tuhan menyuruh nabi-Nya untuk membunuh manusia dan binatang, dan memintanya untuk tidak menaruh belas kasih dan tidak memberi maaf.
Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yg ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yg menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai. ( 1 Samuel 15 : 3 )
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare